About Michael Stevanus

Posts by Michael Stevanus:

Mengapa Pria Menyembunyikan Perasaannya?

Mengapa Pria Menyembunyikan Perasaannya

 

Pria memiliki personaliti yang tangguh dan jarang menunjukkan perasaan mereka. Untuk sebagian besar pria, menunjukkan perasaan bisa jadi menunjukkan kelemahan sekaligus. Gengsi dong kalau pria nampak menangis. Well, sebenarnya sah-sah saja ya siapapun menangis, entah laki-laki maupun perempuan. Siapapun bisa galau dan sedih kok.

Kegalauan pria cenderung membuat mereka menyembunyikan perasaannya. Mereka yang pernah mengatakan bahwa menghadapi perempuan itu rumit, ternyata juga tidak kalah rumit untuk dihadapi. Mereka tidak kalah pendiam dan tertutup saat sedang galau sehingga membuat kita pusing dibuatnya. Mengapa demikian? Ini lho jawabannya.

Mereka Tidak Tahu Apa yang Mereka Rasakan

Memikirkan tentang percintaan pasti akan banjir perasaan ya, Ladies. Nah inilah yang membuat para pria bingung dengan perasaan yang mereka hadapi. Saat berdebar-debar, sedih, cemburu, pesimis, rindu dan berbagai emosi asmara lainnya yang sedikit asing bagi mereka. Mereka sulit mengenali perasaan itu dan saat itu juga. Jangan heran kalau kadang-kadang mereka memeluk Anda tanpa bicara apa-apa atau ada suatu hari di aman mereka banyak diam. Mungkin pria ini sedang mengalami sesuatu dengan perasaan mereka sendiri tapi tidak mengerti apa yang mereka rasakan.

Mereka Takut

Percintaan sebenarnya adalah hal yang menakutkan bagi pria, karena percintaan mampu mengubah seseorang dari suatu level menjadi sosok yang agak berbeda. Kehadiran Anda yang mampu mengubah dirinya kadang-kadang membuat mereka takut. Oleh karena itu berikan mereka sedikit waktu, namun jangan biarkan mereka tetap berpikir bahwa hubungan pria dan wanita akan menakutkan. Menerima mereka dengan hangat akan memberikan sedikit kepercayaan mereka kepada Anda.

Butuh Waktu Lebih Lama

Kadang dalam ketakutan seperti ini, pria akan menghindar, tapi bila Anda mencium gelagat tarik ulur, cobalah untuk sedikit mundur. Bila ia mendekat karena takut untuk kehilangan Anda, mungkin dia benar-benar membutuhkan Anda. Namun pria membutuhkan waktu lebih lama untuk mengenali perasaan mereka. Oleh karena itu Anda harus sedikit bersabar untuk memberinya waktu menyadari perasaan mereka. Tidak semua pria yang sedang menghindar itu sedang tarik ulur ya, Ladies.

Mereka Butuh Merasa Aman

Apa yang membuat seorang pria cepat kembali kepada Anda? Karena dia mempercayai Anda. Pria menyembunyikan dulu perasaannya dan akan mengungkapkannya saat dia siap dan benar-benar yakin rahasianya ada di tangan yang aman. Bila ini sudah terjadi, siapkan diri Anda untuk mendengarkan. Sharing pikiran Anda bersamanya, tapi jangan mengaturnya. Semakin Anda dekat dengannya, semakin nyaman yang ia rasakan.

Mereka Membutuhkan Anda

Simpel, siapa lagi yang mereka butuhkan kalau bukan Anda? Nah, pria yang benar-benar mengalami empat tanda di atas adalah pria yang sudah siap untuk melangkah maju. Dan untuk mewujudkan semua itu, mereka membutuhkan Anda. Bila Anda merasa dia bersungguh-sungguh, tunjukkan bahwa Anda siap bersama mereka. Melalui fase-fase ini tidaklah mudah. Anda harus sabar menanti tapi jangan terlalu sabar. Pria butuh waktu untuk menunjukkan perasaannya dan ketika itu sudah terjadi, berikan mereka jawaban tentang perasaan Anda sehingga mereka mengetahuinya.

Menghadapi pria memang susah-susah gampang. Semoga dengan membaca lima poin di atas, bisa membantu Anda menghadapi pasangan Anda. Good luck, Ladies

Info Menarik Lainnya:

Alasan Cowok Harus Ungkapin Cinta Lebih Dulu

Kamu cewek pasti malu kalau kamu di suruh ungakapkan cinta duluan ke cowok kamu pasti kamu maunya cowok dulu yang harus ungkapkan cinta kepada cewek benar bukan namun ternyata ada alasan lain kenapa pria selalu ungkapkan cinta kepada wanita terlebih dahulu.
Hasil riset ilmuwan Amerika ini menemukan, pria muda tiga kali cenderung mengatakan cinta terlebih dahulu dibanding pasangannya. Temuan ini juga menjadi bukti adanya tingkat sensitifitas baru pada pria.
Para ilmuwan ini menemukannya setelah melakukan wawancara dengan 171 mahasiswa heteroseksial berusia di bawah 25 tahun. Sebanyak 87% responden mengatakan, mereka yakin wanita jatuh cinta lebih dulu sementara itu tiga perempatnya mengaku menginginkan wanita mengatakan ‘saya cinta kamu’ lebih dulu.
Saat ditanya mengenai pengalamannya sendiri, pria-pria ini mengaku butuh beberapa pekan untuk menyadari telah jatuh cinta di mana wanita buruh beberapa bulan untuk jatuh cinta. Sebanyak 64% pria mengatakan ‘saya cinta kamu’ pertama dan wanita hanya 18%.
“Hal ini menunjukkan, wanita cenderung lebih peka mengenai cinta dan menunjukkan adanya hubungan jatuh cinta pada pria dengan keinginan seksualnya,” isi hasil riset yang diterbitkan di Journal Of Social Psychologyseperti dikutip Daily Mail
Di sisi lain, studi terpisah menemukan, wanita berhati-hati pada pria dengan pandangan sipit karena terlihat licik dan wanita beranggapan, pria seperti ini senang selingkuh.
Namun, pria dengan mata terbuka dianggap lebih peduli dan mendukung secara emosi dan akan menjadi bahan yang lebih baik untuk dijadikan suami.

Sumber : serbatujuh

Info Menarik Lainnya:

8 Alasan Mahasiswa Malas Kuliah

8 Alasan Mahasiswa Malas Kuliah

 

 

Kuliah,kuliah,dan kuliah. Kuliah adalah rutinitas Mahasiswa. Ada mahasiswa yang senang dan semangat untuk kuliah. Ada mahasiswa yang malas-malasan dan jarang kuliah. Kenapa? Tanda tanya besar pada diri mahasiswa yang merasakan perasaan malas kuliah ini. Apa faktor yang membuat Sebagian mahasiswa malas kuliah? Ini adalah beberapa faktor penyebab malas kuliah :

1. Salah Jurusan
Ini merupakan faktor terbesar penyebab malas kuliah. Banyak mahasiswa yang salah jurusan dengan berbagai alasan,seperti paksaan dari orang tua untuk masuk jurusan tertentu atau karena ikut-ikutan teman serta dengan berbagai alasan lainnya.

Ketika mahasiswa yang salah jurusan ini merasakan perasaan tidak nyaman terhadap apa yang sedang ia jalani, tidak sesuai dengan bakat yang mereka miliki, dan tidak sesuai dengan minat yang mereka inginkan,mulailah perasaan malas untuk kuliah itu terasa didalam benak mereka. Sebaiknya,pilihlah jurusan sesuai minat dan bakat anda!
2. Tidak Sehati Dengan Lingkungan
Lingkungan kuliah menjadi faktor penting dalam merasakan kenyamanan kuliah. Terkadang,terdapat beberapa mahasiswa yang merasakan kecocokan dan kenyamanan dengan Lingkungan temat mereka kuliah. Sehingga membuat perasaan malas timbul dan berdampak pada jarangnya mengikuti perkuliahan. Keadaan Lingkungan menjadi faktor penting. Maka,sebelum memilih tempat anda ingin belajar atau kuliah,perhatikan juga lingkungan sekitar tempat tujuan belajar anda!
3. Tidak Memiliki Teman Yang Tepat
Bagaimanapun,teman adalah faktor penyemangat kuliah. Dalam perkuliahan,dibutuhkan teamwork yang solid. Salah satu kuncinya yaitu memiliki teman yang solid dan menjalani aktivitas kuliah tersebut. Saat mahasiswa tidak menemukan teman yang tepat,maka mahasiswa mulai merasakan jenuh terhadap kegiatan yang dilakukan di kampus. Mulailah timbul perasaan malas untuk kuliah.
4. Memiliki Masalah Dengan Nilai Yang Sering Mengecewakan
Sering mahasiswa merasakan usaha keras mereka selama menjalani aktivitas kuliah tidak berbuah manis. Nilai yang didapatkan mengecewakan.Sehingga,saat usaha mahasiswa sering berbuah nilai yang mengecewakan,mulailah timbul perasaan putus asa dan jengkel dengan hasil yang tidak setara dengan usaha.
Sebenarnya,tidak ada kata putus asa dalam belajar. Tapi,secara tidak langsung,nilai yang sering mengecewakan dapat mempengaruhi psikis mahasiswa. Seperti putus asa,depresi,dll sebagai efek dari nilai yang mengecewakan tersebut.
5. Adanya Masalah Keluarga
Saat menjalani aktivitas kuliah,mahasiswa sering nge-drop. Sehingga butuh masukan dan motivasi dari orang terdekat dan tersayang,yaitu orang tua. Saat orang tua yang diharapkan mendatangkan motivasi bagi sang mahasiswa sering bertengkar dan tidak sepaham,maka konsentrasi mahasiswa terhadap perkuliahan mereka mulai buyar. Masalah keluarga dapat berpengaruh besar terhadap semangat untuk menjalani perkuliahan bagi mahasiswa. Ingat, in adalah tanggung jawab anda sebagai orang tua!
6. Sering Begadang
Begadang sangat besar efeknya terhadap daya tahan tubuh manusia. Sehingga,jika mahasiswa terlalu sering begadang akan menimbulkan rasa letih dan tidak semangat. Cepat marah dan tidak dapat konsentrasi terhadap apa yang sedang jalani. Rasa kantuk yang luar biasa juga membuat mahasiswa bermalas-malasan.
Maka,aturlah waktu anda dengan lebih bijak.Sehingga,anda dapat memaksimalkan waktu istirahat anda.
7. Sering Jatuh Sakit
Memang kita tak tahu pasti kapan datangnya sakit. Saat sakit menjelma anda,maka aktivitas kuliah pun terganggu. Membutuhkan waktu istirahat bahkan sampai berhari-hari sehingga anda ketinggalan materi yang banyak. Ketinggalan materi kuliah membuat semangat kuliah menurun karena pikiran anda akan terbebani akan bagaimana mengejar materi kuliah anda yang ketinggalan. Terlebih,anda sebagai mahasiswa terlalu sering sakit-sakitan. Maka,jagalah kesehatan dan pola makan anda selama anda menjalani perkuliahan!
8. Masalah Remaja
Pelbagai masalah datang menghampiri remaja yang sedang dalam masa pendewasaan. Seperti masalah hubungan cinta, masalah hati yang tersakiti,dan lain sebagainya.
Tidak bisa dipungkiri. Masalah-masalah yang sering dialami oleh remaja ini,dapat mempengaruhi stabilitas perkuliahan mereka yang sednag menjalaninya. Ada mahasiswa yang menanggapinya sebagai tahap pendewasaan diri,namun ada juga mahasiswa yang hancur akibat masalah-masalah remaja yang sedang mereka hadapi. Sehingga,dapat mempengaruhi aktivitas perkuliahan. Bijaklah dalam menyelesaikan masalah anda!
sumber : asalasah

Info Menarik Lainnya:

10 Alasan mahasiswa malas belajar

10 Alasan mahasiswa malas belajar

 

WAH TUGAS NUMPUK
BELOM BELAJAR
TUGAS INI BELUM SELESAI YANG TUGAS ITU JUGA BELUM
HARUS SEMANGAT NIH BELAJAR!!

TAPI JAM SEGINI NGANTUK BANGET
KALAU NGANTUK GINI BIKIN GA FOKUS BELAJAR
MENDING TIDUR SIANG DULU DEH 10 MENIT

Kira-kira seperti itu alasan mahasiswa yang malas belajar
KEBANYAKAN TUGAS DAN KEBANYAKAN ALASAN
kira-kira apa saja alasan umum mahasiswa malas belajar?
ini dia beberapa alasan yang sudah Super kumpulin dari hasil survei kemaren di twitter

1. Alasan nggak enak badan adalah alasan yang paling banyak dipakai ketika kamu mls belajar

2. Sebenernya sakit2 dikit sih masih bisa konsentrasi tapi karena lg meriang langsung meluk guling,ketiduran deh

3. Main game apapun jenisnya,apalagi yang bikin penasaran bisa bikin perhatianmu sama belajar jd hilang

4. Kebanyakan tugas,1 aja ga kelar2,udah ada lagi tugas lain,banyak tugas justru membuat mahasiswa males buka buku

5. Nongkrong adalah musuh yg sulit dilawan,kalau sudah nongkrong asik bareng temen,pasti lupa waktu belajar

6. Minim sarana belajar bisa membuat mahasiswa jd malas mengerjakan tugas

7. Males belajar juga dikarenakan kurangnya pemahaman terhadap pelajaran yg didapat

8. Sebenarnya memang kurang paham,tapi dosennya yg malah dibilang kurang pintar dlm mengajar jd mhswany pd ga ngerti

9. Browsing data bisa bikin males belajar apalagi kalau keasikan surfing ke situs2 yg ga hub sama sekali sama pelajaran

10. Belajar bareng emang asik,tapi kalau ga bisa ngontrol,malah jd ngerumpi,ketawa2,tutup buku,belajar jd batal

Info Menarik Lainnya:

7 Alasan Mahasiswa Telat Lulus

Melanglang buana ke sana ke mari mencari beberapa data, akhirnya gue menemukan fakta terhadap wabah ‘telat lulus’ yang melanda mahasiswa.

Ternyata ‘telat lulus’ itu punya beberapa pandangan di mata mahasiswa, bukan karena mereka gak mau atau gak mampu, tapi ada alasan lain selain itu. Itulah kenapa, persepsi gue yang awalnya mengira mahasiswa yang telat lulus adalah sebuah nasib, ternyata salah,

telat lulus itu bukan nasib, tapi pilihan, yakale.

Dalam perjalanannya mencari bukti-bukti empiris (kok lebe sih nyett), gue melakukan wawancara ke beberapa responden mahasiswa yang udah terlalu tua di kampus dengan bertanya, “Kakak kapan lulus? Kok lulusnya lama? Emang kenapa?”

Perlu dicatat, mewawancarai mahasiswa yang udah terlalu lama di kampus itu emang gak mudah, soalnya mereka termasuk ke dalam spesies manusia yang over sensitif, makanya setelah mewawancarai mereka, gue menderita luka bacok di sana-sini –”

Hmm.. luka ini gak seberapa kalo dibandingkan dengan data-data yang berharga. Penelitian itu emang seperti cinta, keduanya butuh perjuangan (kok nyambung?) –”

Oke deh, berikut gue bahas “kenapa mahasiswa bisa telat lulus” sebagai berikut,

1. #horangkayah
Kita gak perlu heran sama mahasiswa-mahasiswa yang terlalu lama di kampus, karena sangat memungkinkan bahwa mereka adalah mahasiswa-mahasiswa sejahtera yang gak perlu lagi mikirin ijazah atau toga.

Sering kali kita suka berpikir dan bertanya, “Emang kuliah gak bayar ya?!”

Kalo pertanyaan itu ditujukan ke mahasiswa-mahasiswa kaya, mungkin mereka bakal ngejawab, “Emang kuliah itu seberapa mahal sih?” *kibas-kibas duit

2. Yang punya kampus
Kemungkinan berikutnya jika kita menemukan mahasiswa yang lebih mirip kayak dosen karena saking tuanya adalah bisa jadi dia yang punya kampus.

Yoi, terkadang mahasiswa yang beginian adalah mahasiswa yang semena-mena, mau lulus kapan terserah dia, bahkan kalo elo nemuin mahasiswa yang suka nitip absen atau tidur di kelas, saran gue HATI-HATI! Siapa tau dia yang punya kampus. :O

 

alasan telat lulus

 

 

3. Sangat dicintai kampusnya
Mahasiswa yang lama di kampus bukan berarti dia gak mau lulus, bisa jadi karena kampus yang gak mau dia pergi karena saking cintanya sama mahasiswa ini. Terkadang kita juga sering menghadapi dosen yang seakan-akan gak mau ngelulusin kita, sadarilah sob, jangan selalu berpikir negatif sama dosen begini, bisa jadi beliau sangat cinta sama elo, saking cintanya beliau gak mau kehilangan.

4. Pengin masuk MURI
Mahasiswa yang banyak semesternya bisa jadi karena mahasiswa ini obsesi banget pengin masuk MURI. Kapan lagi ya kan bisa bikin rekor, “Mahasiswa dengan Semester Terbanyak.”

5. Mau lulus bareng pacarnya
Menurut mahasiswa yang memilih lulus lama, kasus beginian emang menjadi sebuah dilemma. Mereka setia banget sampe harus nunggu pacarnya lulus, padahal sendirinya udah tingkat 7 sedangkan pacarnya baru maba. Cinta emang gak berbicara logika, ckckck.

6. Ikut tren yang salah
Menjadi sebuah risiko kalo mahasiswa selalu ngikutin tren-tren jaman sekarang. Waktu demam K-pop – dia bikin boyband, heboh gangnam style – dia joget di ruang bimbingan, demam harlem shake – dia lompat ke jurang. Ckckck… hina sekali. *kemudian gue dilempar ke danau

Sampe sampe orang tua di rumah juga nanyain,

“Nak, kapan kamu lulus?”

“Mungkin taun depan Mak.”

“Loh kok lama banget?”

“Iya Mak, lulus telat lagi ngetren.” *gagal

7. Antara skripsi dan pembimbing
Mungkin nomer 7 menjadi alasan yang paling logis di antara semua alasan, hehe *dikeplak.

Skripsi dan pembimbing, dua hal ini selalu dijadikan alibi mahasiswa telat lulus sebagai alasan utama. Mereka jadi terkesan nyalahin pembimbing karena yang memperlambat kelulusannya, padahal judul skripsi aja belom dapet.

“Kok elo lulus lama sih?”

“Iya nih! Gara-gara pembimbing gue.”

“Oh… emang judul skripsi elo apa?”

“Hehe… belom dapet.” (_ _”)>

Hmm… kalo elo merasa kayak mahasiswa begini atau nemuin mahasiswa yang selalu mencari kambing hitam, saran gue sembeleh aja mereka.

Hmm.. maksud gue gini, dibimbing aja lama, gimana kalo gak dibimbing?#emangnusuk.

So, apapun keadaannya, berterima kasih lah kepada pembimbingmu, uhuk. Hormati mereka, maka mereka akan menghormati elo. Kalo pun elo menemukan pembimbing yang kurang baik (baca: nyebelin), biarlah Tuhan yang membalas.

 

 

Sumber : skripsit.com

Info Menarik Lainnya: